Lupa Diri

Menggapai Hidayah dari Kisah Imam Al-Ghazali

Ada tiga orang dari bani Israil yang mempunyai penyakit berbeda. Yang pertama menderita penyakit kusta, yang kedua menderita kebotakan, dan yang ketga menderita kebutaan. Suatu saat Allah bermaksud menguji mereka sehingga Dia mengutus seorang malaikat untuk memenuhi mereka. Pertama kali malaikat ini menemui orang yang terkena penyakit kusta. Malaikat bertanya kepadanya,”Apa yang paling engkau inginkan sekarang?” Penderita kusta menjawab,”Rupa dan kulit yang mulus dan hilangnya sesuatu yang dianggap jijik oleh orang lain dari diriku.” Maka malaikat itu mengusap penderita kusta sehingga warna kulitnya menjadi mulus. Lalu malaikat berkata lagi kepada dia,” Kekayaan apa yang paling kamu senangi?” Ia menjawab,”Unta!”Maka malaikat memberikan seekor unta yang sedang bunting dan berkata,”Semoga Allah memberkatimu dengan unta ini!”

“Selanjutnya sang malaikat menemui orang botak dan bertanya,’Apa yang paling engkau inginkan sekarang?’Orang botak menjawab,’Rambut yang bagus dan sesuatu yang membuat orang lain mencemoohku ini hilang.’Maka malaikat mengusap kepala orang tersebut sehingga hilanglah kebotakannya. Lalu dia pun memberikan rambut yang sangat bagus kepadanya. Malaikat ini bertanya lagi,”Harta apa yang paling engkau senangi?” Orang botak menjawab, “Sapi!” Maka ia diberi seekor sapi yang sedang bunting. Malaikat berkata kepadanya,”Semoga Allah membekatimu dengan sapi ini!”

Kemudian sang malaikat menemui orang buta. Ia berkata kepadanya,”Apa yang paling engkau inginkan sekarang?” Orang buta ini menjawab,”Dapat melihat!” Maka muka orang buta ini diusap oleh malaikat sehingga ia dapat melihat. Lalu malaikat bertanya kepadanya,”Harta apa yang paling engkau senangi?” Ia menjawab,”Kambing!” Maka orang ini diberi seekor kambing yang sedang bunting dan akan segera beranak.

Singkat cerita, unta, sapi, dan kambing mereka terus berkembang biak, sehingga, masing masing dari tiga orang itu mempunyai satu lembah yang penuh dengan unta, sapi, dan kambing. Suatu saat, malaikat yang pernah menemui mereka datang kembali kepada mereka bertiga. Pertama kali ia menemui orang yang asalnya terserang penyakt kusta—saat ini ia telah menjadi orang yang bermuka tampan dan berkulit mulus. Malaikat ni berkata,”Saya ini orang miskin yang sedang kesusahan melanjutkan perjalanan karena untaku kabur. Saat n tidak ada yang bisa membantuku kecuali Allah dan kamu. Atas nama Dzat yang telah memberi kulit mulus dan harta kepadamu, saya memnta seekor unta untuk dijadikan tunggangan dalam perjalananku.”Orang ini menjawab,”Saya masih punya banyak kewajiban yang harus dpenuhi, Jadi, maaf saja saya tidak bisa membantu.” Malaikat tersebut berkata,”Rasanya saya mengenal engkau, Bukankah dulu engkau penderita kusta yang dihina orang banyak karena fakir lalu Allah memberi harta kepadamu?” Orang tersebut berkata,”Kata siapa? Kekayaan ini saya dapatkan sebagai warisan dari orang tuaku.” Malaikat ini berkata,”Jika engkau berdusta, Allah akan mengembalikanmu kepada keadaan semula.” Karena ia berdusta maka Allah mengembalikanya kepada keadaan semula, yaitu mengidap kembali kusta.

Selanjutnya Malaikat tadi mendatangi orang yang asalnya menderta kebutaan dan menyampaikan apa yang disampaikan kepada penderita kusta. Namun, orang botak ini pun sama mengaku bahwa kekayaannya didapat dari harta warisan orang tuanya. Ia menolak memberi bantuan. Malaikat berkata,”Jika engkau berdusta, engkau akan dkembalkan oleh Allah kepada keadaan semula.” Dikarenakan dia berdusta, Allah mengembalikannya kepada keadaan semula, yaitu botak kembali.

Lalu malaikat menemui orang buta yang saat ini telah dapat melihat. Malaikat berkata,”Saya ini seorang manusia miskin yang sedang melakukan perjalanan. Saya kehabisan bekal dan saya mengharap bantuan Allah dan engkau. Atas nama Dzat yang telah mengembalikan penglhatanmu, saya memnta seekor kambing untuk bekal dalam perjalananku.”Orang buta berkata, “Dulu saya buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Silahkan ambil kambing yang engkau inginkan. Demi Allah, saya tidak akan mengoretkan sedikitpun apa yang engkau ambil untuk Allah.” Malaikat barkata,”Pegang saja hartamu itu! Sebab, saya hanya menguji kalian. Allah sungguh senang kepadamu dan marah kepada dua rekanmu itu!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: