Makna Keadilan Allah

Menggapai Hidayah dari Kisah Imam Al-Ghazali
Orang Buta jadi Korban

Suatu saat Nabi Musa bermunajat kepada Allah di bukit Thursina. Di antara munajat yang dilantunkannya, “Ya Allah, tunjukanlah keadilanMu kepadaku!” Allah berkata kepadanya, ” Jika Saya menampakan keadilanKu kepadamu, engkau tidak akan dapat bersabar dan tergesa-gesa menyalahkan Ku.” “Dengan taufik Mu,” kata Musa, “aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilan Mu.” Allah berkata, “Kalau begitu, pergilah engkau ke mata air anu! Bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi!”

Musa pergi ke mata air yang ditunjukan kepadanya. Dia naik keatas sebuah bukit dan bersembunyi. Tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya, lalu wudhu, dan meminum air. Setelah itu dia sholat dan meletakkan sebuah kantong di pinggirnya yang berisi uang seribu dinar.

Setealh selesai melakukan sholat, penunggang kuda tadi bergegas pergi dan sangat terburu-buru sehingga dia lupa terhadap kantongnya. Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil untuk meminum air dari mata air itu. Ia melihat ada sebuah kantong lalu mengambilnya dan langsung pergi.

Setelah anak kecil pergi, datang seorang kakek yang buta. Ia mengambil air untuk diminum lalu wudhu dan sholat. Setelah si kakek selesai melakukan sholat, datang penunggang kuda yang ketinggalan kantongnya itu. Dia menemukan si kakek buta itu sedang berdiri dan akan segera beranjak dari tempatnya. Si penunggang kuda berkata, “Kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang di sini.” Betapa kagetnya si kakek buta itu. Ia berkata, “Bagaimana saya dapat mengambil kantong mu sementara mataku tidak dapat melihat?” Penunggang kuda itu berkata, “Kamu jangan berdusta! sebab, tidak ada orang lain selain kamu.” Si kakek buta berkata, “Betul,saya berada di sini sendirian. namun, kamukan tahu mataku tidak dapat melihat.” Si penunggang kuda berkata, “Mengambil kantong itu tidak harus dengan mata, dungu! Tetapi dengan tangan! Walaupun mata kamu tidak melotot, tanganmu tetap dapat digunakan.”

Akhirnya, si kakek buta itu dibunuh oleh penunggang kuda. Setelah si kakek buta dibunuh, ia menggeledahnya untuk menemukan kantongnya. Namun, ia tidak dapat menemukannya. Maka, ia pergi meninggalkan mayat kakek buta tersebut.

Ketika Musa melihat kejadian tersebut, dia berkata, “Ya Tuhan, sungguh saya tidak sabar atas kejadian itu. Namun, saya yakin Engkau sangat adil, kenapa kejadian mengenaskan itu bisa tertjadi?”

Tidak lama kemudian datanglah malaikat Jibril dan berkata, “Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan penjelasan Nya kepadamu. Dia menyebutkan bahwa diriNya sangat mengetahui hal-hal gaib yang tidak engkau ketahui. Dia menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong adalah mengambil haknya. Dulu, ayahnya pernah bekerja di si penunggang juda itu namun ia tidak di bayar secara zalim. Jumlah yanh harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah uang yang ada dalam kantong itu. Adapun si kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: