Mayoritas Warga AS Tak Puas Dengan Perang Afganistan

Mayoritas Warga AS Tak Puas Dengan Perang Afganistan

Sebuah jajak pendapat baru di AS memperlihatkan bahwa mayoritas rakyat AS menentang perang di Afghanistan, hampir sembilan tahun setelah pasukan koalisi NATO pimpinan AS menyerang negara itu.

Enam dari 10 warga negara AS tidak puas dengan cara Washington menangani perang Afghan, menurut jajak pendapat Associated Press-GfK yang dilakukan mulai tanggal 11-16 Agustus dan dipublikasikan di situs web AP-GfK pada hari Jumat waktu setempat (20/8).

Hampir separuh dari warga AS meyakini bahwa tidak ada kemajuan yang telah dicapai meskipun dilakukan penambahan pasukan musim gugur kemarin.

Perang Afghan akan menjadi isu utama dalam pemilu November mendatang, di mana para pemilih akan memilih sepertiga Senat dan seluruh Kongres.

Para cendekiawan mengatakan bahwa pemerintahan Obama dan Partai Demokrat menghadapi pertarungan yang sengit, tapi Presiden Obama telah memperlihatkan kepercayaan diri bahwa partainya akan mempertahankan kontrol atas Kongres di dalam pemilu.

Namun, partai itu harus berurusan dengan meningkatnya jumlah tentara yang tewas di medan perang. Pasukan AS telah kehilangan ribuan anggota sejak awal perang Afghan di tahun 2001, termasuk 66 korban tewas di bulan Juli. Lebih dari 4,000 tentara AS juga terluka di Afghanistan.

Kebangkitan ekonomi yang lesu dan jumlah suara yang rendah oleh koalisi pemilu multikultural baru ini juga mungkin menghambat Demokrat di bulan November.

Sepuluh minggu menjelang pemilu nasional yang akan menentukan sisa masa jabatan Obama dalam periode pertamanya, hanya 38% yang mengatakan mendukung upaya perangnya di Afghanistan, turun dari 46% di bulan Maret. Hanya 19% yang berharap situasinya akan meningkat tahun depan, sementara 29% berpendapat akan lebih buruk. Sekitar 49% merasa situasinya akan tetap sama.

Jumlah itu bisa berarti buruk bagi presiden dan Partai Demokratnya, yang sudah merasakan dampak tidak menyenangkan dari tingginya angka pengangguran, pemulihan ekonomi yang lambat, dan defisit federal sebesar 1.3 trilyun dolar. Penolakan keras – 58% menentang perang – bisa menekan jumlah pemilih Demokrat ketika partai itu sangat perlu untuk memberikan energi pada pemilihnya untuk pemily kongresional mendatang.

Mayoritas warga Amerika juga menyambut keputusan Obama untuk mengakhiri operasi tempur di Irak. Sekitar 68% setuju, tidak berubah dari tahun lalu. Brigade tempur terakhir Amerika mulai meninggalkan Irak pada hari Kamis (19/8), menjelang tenggat waktu tanggal 31 Agustus yang ditetapkan Obama untuk mengakhiri peran AS di sana.

Tujuh tahun setelah konflik dimulai, 65% menentang perang di Irak dan hanya 31% yang mendukung.

Meningkatnya rasa frustrasi terhadap perang Afghanistan terlihat di Distrik Kongresional Ke-5 Massachusetts. Di Lawrence, kekesalah terhadap perang itu juga telah tampak.

“Jika mereka bisa menyelesaikan persoalan itu, menstabilkan pemerintah, itu akan bagus. Tapi kita tidak bisa melakukan ini selamanya dan kehilangan lebih banyak nyawa,” ujar Terry Landers, 53, seorang tukang listrik dari Andover Utara.

Opini dalam jajak pendapat itu lebih positif tentang Irak saat tenggat waktu untuk penarikan pasukan AS mendekat.

“Saya rasa kita perlu memberi mereka kesempatan untuk tumbuh secara ekonomi dan sosial,” ujar Mary Campbell, 56, pekerja kota Lawrence. “Saya rasa akan lebih membantu jika kita tidak berada di jalan mereka selamanya, jadi tenggat waktu itu, saya rasa adalah hal yang bagus, untuk melihat seberapa stabil mereka.”

Lawrence telah kehilangan dua putranya di Irak dari 4,000 lebih tentara Amerika yang tewas dalam pertempuran yang dimulai bulan Maret 2003 itu. (rin/pv/yh) http://www.suaramedia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: