Kedudukan Istri dalam Perspektif Islam

Istri dalam pandangan Islam adalah sosok wanita yang wajib patuh pada suaminya. Ia mendapat kepercayaan untuk melaksanakan kewajiban melayani suami dalam segala kebutuhanya, mulai kebutuhan jasmani seperti memasak, mencuci dan menjaga kerapihan rumah, memanajemen uang suami, menjaga dan mengurus anak-anak, atau kebutuhan rohani seperti mencintai, setia, menghibur dikala suami sedang susah, menerima seberapapun penghasilan suami, mendukung pekerjaan suami dan selalu memberi semangat, bersikap lemah lembut dengan segala kasih sayangnya, dan tidak pernah membantah semua keinginan suami selama ia bisa mengerjakannya. Apapun yang dilakukan hanya semata-mata untuk kebahagiaan suami dan keluarganya. Seperti dijelaskan dalam surat An-Nisa Ayat 34

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihikan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri( maksudnya tidak berlaku serong atau pun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara”
(An-Nisa : 34)

Akan tetapi kebanyakan wanita sekarang terutama para istri yang lebih sukses dari suaminya tidak sadar akan hal itu. Mereka bangga dengan keberhasilanya sampai lupa melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri. Ironisnya mereka banyak yang menuhankan kepopularitasan sampai meninggalkan keluarganya hanya ingin terkenal dan menjadi wanita yang paling sukses diantara wanita yang lain. Bahkan banyak diantara mereka yang lebih memilih bercerai dengan suaminya dibanding meninggalkan pekerjaan yang belum tentu halal dan haramnya.

Menurut Abdullah bin Muhammad Al Ghamidi dalam bukunya Hanya untuk Wanita dikatakan bahwa di zaman modern kini, berbagai didikan diarahkan untuk degradasi citra diri dan jati diri keutamaan mereka, bahkan mengeluarkannya dari rumah-rumah mereka. Mulai dari seruan akan emansipasi, persamaan hak (antara laki-laki dan wanita), keluar dari rumahnya dan melepaskan diri dari ibadahnya ( di dalam rumah) serta terjerumus kedalam lembah-lembah kehinaan.

Musuh-musuh agama Allah yang mengarahkan serangannya ini mengatahui betul bila wanita merupakan senjata yang sangat handal untuk merusak kemudian mengahancurkanya dari dalam. Dengan memenuhi berbagai keinginan (nafsiah) yang diarahkan untuk menurunkan martabat wanita, maka sewajarnya perlu diwaspada dan hati-hati akan hal tersebut. Sepatutnya pula kita menjaga ibu,saudari, istri dan anak-anak kita dari serangan gencar dengan segala cara yang bertema westernisasi dan perusakan akhlak.

Oleh karena itu umat Islam hendaknya membentengi, menjaga dan melindungi kaum wanita, hingga mereka bisa berjalan lurus sehingga sebagaimana yang dikehendaki Islam. Yaitu tetap Suci, shalihah, ahli taubah, ahli ibadah, mukminah yang baik, muslimah yang taat, menjalankan puasa dan jujur,selalu berdzikir kepada Allah, meminta ampunan-Nya serta kembali kepada-Nya.

Muhammad Mahdi Al-Istanbul dan Musthafa Abu Nashr Asy-Syilby dalam bukunya Sahabat Wanita utama Rasulullah(2004) mengatakan bahwwa figur wanita terbaik dan termulia sepanjang zaman adalah mereka yang menjunjung tinggi syi’ar Islam, membela agama Allah dengan ketulusan yang tidak diragukan, mencintai Rasulullah dengan kecintaan yang mendalam, patuh dan menghormati suami dengan kepatuhan dan penghormatan yang patut diteladani dan mendidik anak-anak mereka dengan pendidikan yang baik sehingga sebagianya melahirkan pahlawan-pahlawan sejati yang dijamin surga bahkan tidak sedikit dari mereka yang ikut berjuang fisabilillah mempersembahkan tenaga dan kemampuan yang mereka miliki demi tujuan mulia, yaitu keridhaan Allah dan Surgan-Nya. Ada juga yang merelakan buah hati mereka terbunuh sebagai syahida membela agamanya. Mereka para istri, putri-putri dan para sahabat wanita Rosulullah SAW.

Dalam merealisasikan hal tersebut setiap muslim dan muslimah mempunyai peranan yang begitu besar. Terlebih dari kaum wanita itu sendiri, karena wanita adalah makhluk Allah yang memiliki peran yang sangat penting. Apa lagi ketika wanita tersebut sudah menjadi seorang istri yang semakin berat tanggung jawabnya dalam mengurus rumah tangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s