SEPUTAR FATWA YUSUF QARDHAWI YANG MEMBOLEHKAN BERPERANG DALAM BARISAN SALIBIS

SEPUTAR FATWA YUSUF QARDHAWI YANG MEMBOLEHKAN BERPERANG DALAM BARISAN SALIBIS

Penulis: Syeikh Al-Mujahid Abu Bashir
Source : Haula Fatwa Qordhawi
Penterjemah: Izzi Arsadana

Pertanyaan
Wahai Syeikh, semoga Anda telah mendengar mengenai fatwa Qordhawi yang memperbolehkan kaum muslimin warga Negara Amerika untuk turut serta bergabung dalam barisan pasukan Amerika melawan muslimin di Afghanistan. Apa pendapat Anda dalam masalah ini? Kemudian dengan apakah seharusnya kaum muslimin memberikan nasehat kepada saudaranya di Afganistan?…Jazakumullah khair.

Jawab
Alhamdulillahirabbil alamin. Tidak asing lagi dan sangat jelas tanpa keraguan atas lontaran-lontaran orang yang sesat lagi menyesatkan ini sebagaimana fatwa tersebut . Namun yang mencengangkan, bahwa dia hingga detik ini – dengan kesesatannya yang banyak tak terhitung – msih saja ada kaum muslimin yang setia mendengarkannya, mengambil fatwanya dan berdebat dengannya!

Mengenai fatwa orang tersebut adalah fatwa yang batil tanpa keraguan, demikian dengan beberapa pandangan:

1. Bahwa dia – dengan fatwa itu – mengandung loyalitas nasionalisme (wala’ wathoniy), dan loyalitas bangsa diatas loyalitas atas aqidah dan dien (agama). Mengutamakan loyalitas pertama diatas loyalitas agama. Hal ini menyebabkan kekufuran karena menghantam puluhan nash-nash yang mewajibkan pelaksanaan wala wal baro’ (loyalitas dan anti loyalitas) antara muslimin berdasar landasan aqidah dan dien. Sesungguhnya kaum muslimin merupakan satu tubuh walaupun dia terletak jauh teritorialnya, walaupun beda warna kulit dan rasnya. Dan dia telah kafir karena perbuatannya yang telah menetapkan wala wal baro’ dalam ruang lingkup nasionalisme atau negara.

2. Bahwa dia – dalam fatwanya – telah menghalalkan dan meperbolehkan apa yang telah diharamkan oleh Allah azza wa jalla. Dari suatu prinsip dien yang jelas. Bahwa dia membolehkan untuk membantu kaum musyrikin, mujrimin, penentang dan berperang dalam barisannya melawan muslimin atas dasar jahiliyah bukan atas dasar ketetapan agama yang hanif. Alasan dia adalah bersandar nasionalisme dan bangsa! Bahkan dia tidak hanya membolehkan membantu saja….Bahkan menghalalkan membantu musyrikin daripada membantu muslimin…..Ini merupakan kekafiran dan dosa yang yang paling parah…..Karena kekafiran ini timbul dari dua sisi: Membantu musyrikin dan penghalalan membantu musyrikin dari pada muslimin…!

3. Keragu-raguan antara iman dan kafir dan ketidak konsistennya dia dalam menetapkan masalah ini..Dia ketika berhadapan dengan siswa menetapkan untuk membantu muslimin di Afghanistan dan menyatakan untuk tidak menolong Amerika dalam pertempuran Afghanistan…Namun disisi lain dia membolehkan muslimin Amerika – atas dasar nasionalisme – untuk berperang bersama pasukan Amerika untuk menumpahkan kehormatan muslimin dan anak-anak mereka di Afghanistan…!

Dia di satu sudut menyatakan untuk menentang atau mengharamkan berperang bersama Amerika dan si sudut lain dia menyatakan untuk menyokong Amerika….Maka dia tidak bersama mereka (Muslim Afghan-pent) dan tidak pula bersama mereka (Amerika-pent) …Inilah perkataanku atas statemen yang telah dia lontarkan, dia adalah zindiq dan munafiq…..dalam keragu-raguan antara iman dan kafir, seperti firman Allah: “Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kedalam golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada orang-orang itu (kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya” (4:143)

Berkenaan tentang pertanyaan, apa kewajiban muslimin terhadap saudara mereka di Afghanistan…..Saya jawab:

Berdasar nash-nash syareat yang membicarakan masalah tersebut; wajib bagi muslimin di seluruh dunia – sesuai dengan kemampuan dan kebolehannya – untuk mengulurkan pertolongan dan bantuan bagi saudara-saudara mereka di Afganistan…Juga muslimin wajib untuk menolak kezhaliman Amerika beserta sekutu-sekutunya dengan cara-cara yang disyareatkan….Semuanya sesuai dengan kemampuan, kebolehan dan kondisi…Hal ini wajib tak ada keringanan bagi seorang pun….tidak ada perselisihan atas pernyataan ini dalam pendapat ahlu ilmu yang diakui umat.

S : oocities

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: