JERITAN HATIKU

BEGITU BERATNYA UNTUK HIDUP DI JALAN MU YA ALLAH

Pada awal tahun 2003 aku melaksanakan akad nikah dengan harapan membina keluarga yang bahagia , aku berusia 32 jalan waktu itu sedangkan istriku 25 jalan. Dengan proses pengenalan maupun pacaran yang begitu merasakan pahit getirnya suasana aku berangan angan akan hidup bahagia.

Aku menikah tanpa persetujuan orang tua istri saya(sekarang), kami berjanji untuk hidup bersama susah senang bersama. Namun apa yang terjadi diluar rencana saya ( Allah lah yang menentukan semua ini dengan maksud baik padaku tapi entah apa itu ) satu minggu setelah akad nikah ada orang menagih hutang pada keluarga ku atas ulah istriku dengan jumlah yang tidak sedikit, keluarga ku kacau dan tidak mau menerima istriku lagi dan di kembalikan ke orang tuanya, Aku ikut saja karena aku malu atas perilaku istriku yang berbuat tanpa sepengetahuan aku.

Istriku dikembalikan ke orang tuanya, tapi lucunya istriku terus pergi dari orang tuanya dan ikut saudaranya yang membuka usaha warung makan, dia kerja di situ ( Alasannya orang tuanya tidak mau menerimanya). Aku tidak tega terus aku datangi, secara diam diam aku bersama istriku kumpul lagi.

Dengan berjalannya waktu aku dah mempunyai 2 anak yang cantik cantik, dan hanya itulah kebahagiaan yang ku dapat bila bisa bersendau gurau dengan anakku. Selama perjalanan itu aku merasa baik baik aja. Aku tidak berfikir bahwa istriku berbohong lagi atau tidak jujur lagi sama aku, karena aku sudah sering utarakan hanya keterbukaan lah yang bisa membawa kebahagiaan.

Dengan waktu jua lah akhirnya orang tuaku bisa menerima aku dan anak istriku lagi, begitu juga orang tua istriku akhirnya bisa menerima semuanya.

Aku sekarang membuka usaha sendiri tidak bekerja karena aku berfikir aku ingin jalan yang bnar dan yang di ridhoi Tuhan, namun cobaan begitu datang dan pergi padaku.

Awal tahun 2011 ini adalah waktu yang menyakitkan bagiku, istriku berulah lagi mempunyai hutang yang jauh lebih besar lagi tanpa sepengetahuanku (begitu menyakitkan bagiku). Kalau aku tanya alasannya istriku pingin kecukupanan dia usaha sendiri dengan jalannya yang kalau aku tau tidak akan aku ijinkan.

Aku menyadari jalan hidupku yang dulu hanya berhura hura dan jauh dari agama, tapi apakah saya tidak boleh sadar dan taubat? apakah ini karena dosa dosaku yang terlalu besar dulunya? Ya Tuhan  berilah jalanMu dan kuatkanlah aku dari cobaan yang begitu besar ini……

Aku menyadari, aku belum bisa memberikan apa yang diminta istriku…..aku salah….aku orang tak punya….Maafkan aku istriku……tapi jangan berbuat begitu dong…….

Inilah nasibku dengan tanpa maksud yang tidak baik aku menulis ini hanya sekedar mengeluarkan uneg uneg yang terpendam, saya mohon maaf bila ada yang tidak berkenan dengan tulisan ini….

Insya Allah masalah yang kuhadapi segera terselesaikan…..mohon doa nya dari para pembaca sekalian…….Amin.

Yogyakarta, Maret 2011

One Response

  1. Inilah salah satu kisah nyata seorang sahabat muslim, marilah kita bantu.
    Kami selama ini hanya bisa bantu untuk memotivasi bahwa hidup pasti ada cobaan dan segala cobaan baik besar maupun kecil PASTI ada hikmah yang menjadikan untuk lebih baik, Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: