JERITAN HATIKU

BEGITU BERATNYA UNTUK HIDUP DI JALAN MU YA ALLAH

Pada awal tahun 2003 aku melaksanakan akad nikah dengan harapan membina keluarga yang bahagia , aku berusia 32 jalan waktu itu sedangkan istriku 25 jalan. Dengan proses pengenalan maupun pacaran yang begitu merasakan pahit getirnya suasana aku berangan angan akan hidup bahagia.

Aku menikah tanpa persetujuan orang tua istri saya(sekarang), kami berjanji untuk hidup bersama susah senang bersama. Namun apa yang terjadi diluar rencana saya ( Allah lah yang menentukan semua ini dengan maksud baik padaku tapi entah apa itu ) satu minggu setelah akad nikah ada orang menagih hutang pada keluarga ku atas ulah istriku dengan jumlah yang tidak sedikit, keluarga ku kacau dan tidak mau menerima istriku lagi dan di kembalikan ke orang tuanya, Aku ikut saja karena aku malu atas perilaku istriku yang berbuat tanpa sepengetahuan aku.
Continue reading